Minggu, 05 Agustus 2012

kakak kelasku, malaikat penyelamatku


Alhamdulilah, kataku ketika menginjak lantai saat masuk ruangan kelas.. dan setelah itu aku berkenalan dengan teman-teman, rata-rata dari mereka, orangnya baik-baik dan ramah, tapi ada diantara mereka memfitnah aku hingga membuatku bersedih,
Pernah suatu hari aku difitnah karena meninju temanku, sebut saja nama Tuti karena iri melihatku akrab dengan teman-teman lain.
Lalu Tuti memanggil teman-teman yang tengah asyik bermain “hai Teman-teman, ternyata  temanku satu ini yang kita kira baik rupanya jahat anak ini sifatnya sangat kurang ajar, dia telah meninju perutku hingga aku kesakitan” kata Tuti didekatku sambil memegang perutnya dan pura-pura menangis.
Teman-teman aku kaget mendengar pernyataan  Tuti, akhirnya memarahiku.
Hati siapa yang gak sedih dimarahi teman-teman yang selama ini baik sama kita.
Apa maksud teman-teman memarahiku? dan apa maksud teman-teman? saya tidak mengerti dan juga tidak mengerti apa yang kalian ucapkan? 
Ternyata teman-teman memahami keterbatasanku , lalu menjelaskan inti masalah itu dengan pelan pelan hingga aku mengerti
Demi Allah, aku tak melakukan itu, aku tidak suka berantem, isaaku sambil melap air mata,
tapi teman-teman sulit mengerti siapa yang salah sebenarnya , akibatnya terjadi percekcokan , ada yang membela ada yang menjatuhkanku.
Rupanya kakak kelasku mendengar tangisan ku dari lokal sebelah, kemudian kakak kelas menuju keruanganku , kakak itu kaget bukan main langsung menatap iba dan menjelaskan penyebab kesedihanku, sebelumnya kakak kelasku sudah mengenaliku lebih dalam dari dulu.
“Kakak, aku dibohongin (difitnah) oleh Tuti..hiks,,,hiks..heks”
Kemudian kakak kelas memanggil Tuti , benar gak apa yang dikatakannya? Jawab jujur Tegas kakak kelasku.
            “iy… iiiyya kkak,” kata Tuti dengan ekpresi pusat pasi dan ketakutan.
Kakak kelas kemudian geram,marah dan memukul meja sehingga membuat teman-temanku yang melihatnya ketakutan, teman-temanku tak menyangka dengan pengakuan Tuti.
Setelah Tuti menjelaskan semuanya kemudian kakak kelas memarahi Tuti dan mengingatkan bahwa kita itu sama.. setelah itu kakak kelas menghapus air mataku, memelukku dengan kasih sayangnya begitu dalam..
 kakak adalah peri bagiku. dia selalu menemaniku, memberiku motivasi. meskipun kakak itu tomboy dan sifatnya keras tapi dibalik semua itu hatinya lembut bagai Ibu dan aku merindukannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan jejak dan terimakasih telah meninggalkan rindu disini