Bunda....
7/8 bulan aku mengisi hari-hari dalam balutan
ketuban hangatmu...
Air matamu basahi jiwaku yg Lemah t' berdaya,
kecil tak menentu...
terlahir prematur...
Meski tak terlahir sempurna...
Kau ajari aku tentang sempurna..
Bunda...
Saat dokter telah mengatakan penyakitku..
bahwa aku menderita kelainan pendengaran...
Air matamu jatuh...
Basahi pipiku...
Waktu berlalu kau kerahkan air mata dan bathinmu
untukku...
kau ajari aku brbicara...
Meski terbata-bata kau pompakan semangatku...
Ejekan dari orang lain untukku membuat ku
bersedih...
Itu telah kau hapuskan dengan nasihatmu
Bunda...
Lihatlah aku.. Bunda..
Aku sudah besar..
Mengarungi hidup...
dan tersenyum pasti..
Meski aku merasa duniaku begitu sunyi
tapi aku bahagia bersamamu bunda
temani sepiku saatku merasa gelisah…
Bunda...
Saat aku brcermin didepan matamu
aku temukan harapanmu untukku bunda...
Aku berusaha slalu mencoba membuat bunda
tersenyum manis dan bangga padaku
kasihmu bunda…
begitu tulus
dan tak bisa tergantikan...
Bunda...
Takkan ada yg menggantikanmu dihatiku..
Tak ada yg dapat menggantikan ketulusanmu yang
telah terasa diseluruh jiwa ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan tinggalkan jejak dan terimakasih telah meninggalkan rindu disini