Menjelang ujian kenaikan kelas aku di
terbangkan ke Jakarta ketempat tanteku untuk perawatan telingaku.. setelah berapa bulan berobat diRs terkenal itu tidak
membuahkan hasil bagi aku terpaksa aku mengunakan alat bantu dengar yang di
beli di jakarta, setelah itu aku balik pulang kampung di Bukittinggi karena
kangen sama ayah dan ibu kemudian aku melanjutkan sekolah.
Sebuah perjuangan
Setelah balik dari Jakarta aku mulai
masuk sekolah, rupanya jauh dari yang aku duga, guru sekolahku mengatakan bahwa aku tidak bisa sekolah lagi disini
dan menyuruhku pindah di sekolah lain dan juga menyarankan sekolah di sekolah
luar biasa.
Hati Ibu begitu sedih,pilu, dan sakit
hati bercampur jadi satu, bukankah ibu guru pernah bilang kalau Dilla boleh
disekolah disini lagi setelah balik dari jakarta,
tapi kenapa Ibu guru mengatakan
seperti itu? Kata mama. “Maafkan saya buk“ jawab guru sekolahku.
Kemudian aku dan ibu berusaha mencari
sekolah yang mau menerima aku disekolahnya, berpanasan dibawah mentari.
Menelusuri jalan terjal itu pengalaman pahit ku rasakan bersama ibu saat
mencari sekolah baru yang bisa menerimaku apa adanya..
Ternyata penerimaan murid memang sulit , keterbatasanku menjadi alasan penolakan mereka ditiap-tiap sekolah , Ibu tak habis fikir , mengapa dunia seperti ini
akhirnya setelah susah payah mencari sekolah yang mau menerimaku ,ada kepala sekolah yang berbaik hati
menerima aku apa adanya untuk menjadi bagian dari sekolah ituu,,, alhamdulilah... segala puji bagi allah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan tinggalkan jejak dan terimakasih telah meninggalkan rindu disini