Minggu, 05 Agustus 2012

Sekolah sulit menerimaku



Menjelang ujian kenaikan kelas aku di terbangkan ke Jakarta ketempat tanteku untuk perawatan telingaku.. setelah  berapa bulan berobat diRs terkenal itu tidak membuahkan hasil bagi aku terpaksa aku mengunakan alat bantu dengar yang di beli di jakarta, setelah itu aku balik pulang kampung di Bukittinggi karena kangen sama ayah dan ibu kemudian aku melanjutkan sekolah.

Sebuah perjuangan
Setelah balik dari Jakarta aku mulai masuk sekolah, rupanya jauh dari yang aku duga, guru sekolahku  mengatakan bahwa aku tidak bisa sekolah lagi disini dan menyuruhku pindah di sekolah lain dan juga menyarankan sekolah di sekolah luar biasa.
Hati Ibu begitu sedih,pilu, dan sakit hati bercampur jadi satu, bukankah ibu guru pernah bilang kalau Dilla boleh disekolah disini lagi setelah balik dari jakarta,
tapi kenapa Ibu guru mengatakan seperti itu? Kata mama. “Maafkan saya buk“ jawab guru sekolahku.
Kemudian aku dan ibu berusaha mencari sekolah yang mau menerima aku disekolahnya, berpanasan dibawah mentari. Menelusuri jalan terjal itu pengalaman pahit ku rasakan bersama ibu saat mencari sekolah baru yang bisa menerimaku apa adanya..
Ternyata penerimaan murid memang sulit , keterbatasanku menjadi alasan penolakan mereka ditiap-tiap sekolah , Ibu tak habis fikir , mengapa dunia seperti ini
 akhirnya setelah susah payah mencari sekolah yang mau menerimaku ,ada kepala sekolah yang berbaik hati menerima aku apa adanya untuk menjadi bagian dari sekolah ituu,,, alhamdulilah... segala puji bagi allah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan jejak dan terimakasih telah meninggalkan rindu disini