Minggu, 05 Agustus 2012

Ayo bicara anakku



Dari hari kehari waktu berlalu dengan ketabahan ibu selalu mengajariku bagaimana berbicara dengan benar.
Apa yang selalu aku inginkan atau aku ungkapkan kadang-kadang aku mengunakan isyarat telunjuk "itu" atau sebagainya. Ibu selalu menunjukan wajah kegelisahan dengan makna ketidak mengertian padahal ibu mengerti sebenarnya, Ibu melakukannya agar aku mau bicara "ayo bicara anakku? apa yang kamu inginkan"
Umurku waktu itu masih 3 tahun ibu membawaku kemana-mana dan mengenalkan benda-benda disekitarku..  aku melatih gerak mulutku dengan memperhatikan mulut ibu..  “nak ,itu ru-mah. Itu mo-bil dan mo-tor...“
Tetanga mengangap ibuku waras karena tak henti-hentinya ibu mengerakan mulutnya demi ku.
"Udah jelas anak gak bisa ngomong malah dipaksa" ejek tetangga.
Kemanapun Ibu pergi, aku bagai sahabatnya yang selalu setia mendengar apa yang ibu ceritakan padahal aku tidak mengerti apa yang ibu bicarakan namun ibu tidak pedul..
Melihat gerak mimik wajak dan bibir Ibu membuat aku mau berlatih berbicara dengan ibu.. berlatih terus walau agak susah ibu tak menyerah...
Ternyata usaha ibu tak sia-sia aku sudah bisa mengerakan bibirku dengan bahasa yang mudah dipahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan jejak dan terimakasih telah meninggalkan rindu disini