Dari hari kehari waktu berlalu dengan
ketabahan ibu selalu mengajariku bagaimana berbicara dengan benar.
Apa yang selalu aku inginkan atau aku ungkapkan kadang-kadang aku mengunakan isyarat telunjuk "itu" atau sebagainya. Ibu selalu menunjukan wajah kegelisahan dengan makna ketidak mengertian padahal ibu mengerti sebenarnya, Ibu melakukannya agar aku mau bicara "ayo bicara anakku? apa yang kamu inginkan"
Umurku waktu itu masih 3 tahun ibu
membawaku kemana-mana dan mengenalkan benda-benda disekitarku.. aku melatih gerak mulutku dengan memperhatikan
mulut ibu.. “nak ,itu ru-mah. Itu mo-bil
dan mo-tor...“
Tetanga mengangap ibuku waras karena
tak henti-hentinya ibu mengerakan mulutnya demi ku.
"Udah jelas anak gak bisa ngomong malah dipaksa" ejek tetangga.
Kemanapun Ibu pergi, aku bagai sahabatnya yang selalu setia mendengar apa yang ibu ceritakan padahal aku tidak mengerti apa yang ibu bicarakan namun ibu tidak pedul..
Melihat gerak mimik wajak dan bibir Ibu membuat aku mau berlatih berbicara dengan ibu.. berlatih terus
walau agak susah ibu tak menyerah...
Ternyata usaha ibu tak sia-sia aku
sudah bisa mengerakan bibirku dengan bahasa yang mudah dipahami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan tinggalkan jejak dan terimakasih telah meninggalkan rindu disini