Minggu, 05 Agustus 2012

Kelainan Pendengaran

            Seperti biasa, seumur bayi yang bisa merangkak, aku masih belum bisa merangkak karena perkembanganku sangat lambat dibandingkan anak-anak seusiaku, kalau ingin mengambil sesuatu tinggal berguling berputar-putar kemudian duduk seraya tersenyum puas seolah telah memenangkan setiap kompetensi.
 Seiring usia bertambah, Pendengaranku diuji oleh Ayah dan Ibu, ketika Ayah memanggilku "Dilla" , aku tidak meresponnya sama sekali, hal itu yang membuat Ayah dan Ibu cemas, Mulai dari memukul sendok kepiring sampai wajan selalu diuji ayah dan ibu.
Hal itu justru menambah kecemasan Ayah dan Ibu hingga Ayah dan Ibu sepakat mencoba memeriksakan aku kerumah sakit
Lalu apa kata Dokter setelah memeriksa aku? 
"maaf bu. anak Ibu mengalami kelainan pendengaran ? dan kami tak bisa berbuat apa-apa"
Bagai disambar petir disiang bolong, rupanya kata-kata dokter membuat ayah dan ibu shock. Dokter mengatakan bahwa aku mempunyai kelainan pendengaran. Nasib malang tak dapat dicegah lagi, ayah dan ibu sangat sedih. 
Lalu Ibu menanyakan hal yang terberat untuk disampaikan "Dok , apa bisa disembuhkan ?"
Dokter pun memahami perasaan Ibu 
" Tidak bisa bu , kecuali memohon Kepada Allah atas kesembuhannya bu"
" secara medis bisa dibantu dengan menggunakan alat bantu dengar dan operasi colear implant"
Ibupun mulai menangis dipelukan papa menyadari kelemahan ekonomi tidak mampu membelikan aku alat bantu dengar dan operasi coclear impant ..
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan jejak dan terimakasih telah meninggalkan rindu disini